BANYUASIN,RADENTC-Pemkab Banyuasin mengalami defisit anggaran sebesar Rp193 miliar, menyikapi itu Konsorsium Gabungan LSM, Ormas dan Wartawan Banyuasin meminta dihapuskan anggaran pokok pikiran (Pokir) yang bersumber dari aspirasi DPRD Banyuasin.
Hal itu disampaikan sejumlah elemen yang berjumlah 11 LSM dan Ormas saat mengelar aksi di halaman Kantor Bupati Banyuasin, Kamis (1/9/2022) pukul 10.00 Wib.
Puluhan massa yang bergabung dalam elemen ini, salah satunya Ketua Amunisi Banyuasin Efriadi Efendi menyebutkan jika pihaknya meminta kepada Bupati dan Wabup Banyuasin untuk mengevaluasi dana Pokir dikarenakan terlalu membebani APBD Banyuasin yang saat ini mengalami defisit anggaran sebesar Rp 193 miliar.
“Kami minta dana Pokir DPRD Banyuasin dihapus pada APBD Banyuasin ,”ujar Efriadi kepada wartawan.
Sebab ditegaskan Efri, berdasarkan investigasi dilapangan bahwa dana Pokir tersebut tidak tepat sasaran terbukti beberapa oknum anggota DPRD Banyuasin yang memiliki anggaran Pokir mengalir ke yayasan pribadi mereka.
“Kami minta usut tuntas dugaan oknum para anggota DPRD tersebut hanya meraup keuntungan dari proyek-proyek yang bersumber dari APBD Banyuasin,”pintanya.
Saat masa aksi orasi mereka ditemui Asisten I Setda Banyuasin Hasmi. Hasmi mengucapkan terimakasih atas aspirasi masyarakat yang disampaikan, dalam bentuk kontrol sosial terhadap anggaran Pokir DPRD Banyuasin.
“Pernyataan sikap ini saya terima nanti disampaikan dengan pak bupati, dalam waktu dekat ini akan bisa ketemuan dengan beliau dari perwakilan bisa dialog langsung dengan Bupati,”katanya singkat. RIC_567













