Banyuasin –radarindependent.com,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuasin yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus pembukaan pelatihan keterampilan pengelasan bagi 40 warga binaan, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Banyuasin tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Tetra Destorie beserta jajaran pejabat struktural, Kepala UPTD BLK Banyuasin Musi Hardi, S.T., serta puluhan warga binaan yang menjadi peserta pelatihan.
Program ini merupakan implementasi pembinaan kemandirian sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan pelaksanaan kegiatan, serta sambutan Kepala UPTD BLK Banyuasin. Dalam sambutannya, Musi Hardi menekankan pentingnya penguasaan skill, knowledge, dan attitude sebagai modal utama untuk bersaing di dunia kerja.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menegaskan bahwa pelatihan keterampilan merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam membekali warga binaan dengan kemampuan yang memiliki nilai ekonomis.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan pembinaan, tetapi merupakan investasi masa depan bagi warga binaan. Melalui kerja sama dengan BLK Banyuasin, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan yang bernilai sehingga mampu hidup mandiri, produktif, dan memperoleh penghasilan secara halal setelah bebas nanti,” ujar Tetra Destorie.
Menurutnya, pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi kerja diharapkan mampu menekan angka residivisme sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Usai sambutan, Kepala Lapas secara resmi membuka pelatihan pengelasan yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Kelas IIA Banyuasin dan UPTD BLK Banyuasin. Sebagai simbol dimulainya pelatihan, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan.
Melalui sinergi ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis di bidang pengelasan, tetapi juga memiliki bekal kompetensi yang dapat meningkatkan peluang kerja maupun membuka usaha secara mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
(Sdr)
















